MAJENE- Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Majene, H. Abdul Wahab, SH, menerima aspirasi dari kelompok Solidaritas Perjuangan Mahasiswa Majene dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di ruang rapat DPRD Majene, Jumat (17/4/2027) sekitar pukul 14.00 WITA.
Pertemuan tersebut menjadi wadah dialog antara mahasiswa dan unsur pimpinan legislatif dalam menyampaikan berbagai tuntutan serta pandangan terkait kondisi sosial, ekonomi, dan kebijakan daerah.
Dalam suasana yang berlangsung terbuka dan dinamis, perwakilan mahasiswa secara bergantian menyampaikan aspirasi mereka. Isu yang diangkat meliputi perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat, transparansi kebijakan publik, hingga evaluasi sejumlah program pemerintah daerah yang dinilai belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Mahasiswa juga menyoroti pentingnya peran DPRD sebagai lembaga pengawas agar fungsi kontrol terhadap jalannya pemerintahan dapat berjalan secara optimal.
Koordinator Solidaritas Perjuangan Mahasiswa Majene dalam penyampaiannya menegaskan bahwa gerakan yang mereka lakukan merupakan bentuk kepedulian terhadap daerah.
Mereka berharap DPRD tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga mampu menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui langkah konkret, baik dalam bentuk rekomendasi maupun kebijakan strategis.
Menanggapi hal tersebut, H. Abdul Wahab menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa yang dinilainya sebagai mitra kritis dalam pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa DPRD terbuka terhadap setiap aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa, yang memiliki peran penting sebagai agen perubahan dan kontrol sosial.
“Apa yang disampaikan hari ini tentu menjadi catatan penting bagi kami di DPRD. Aspirasi ini akan kami pelajari dan tindak lanjuti sesuai mekanisme yang ada,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa DPRD memiliki komitmen untuk terus mengawal kebijakan pemerintah daerah agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Menurutnya, sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan lembaga legislatif sangat diperlukan guna menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan transparan.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan penyerahan dokumen tuntutan dari pihak mahasiswa kepada Wakil Ketua II DPRD Majene. Dokumen itu diharapkan menjadi bahan kajian lebih lanjut bagi DPRD dalam menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.
Aksi penyampaian aspirasi ini mencerminkan dinamika demokrasi yang sehat di Kabupaten Majene, di mana ruang dialog antara masyarakat dan pemerintah tetap terjaga.
Mahasiswa sebagai representasi generasi muda diharapkan terus aktif mengawal pembangunan, sementara DPRD diharapkan mampu menjawab aspirasi tersebut dengan kebijakan yang berpihak dan berkelanjutan.












