MAJENE – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Mahasiswa menggelar audiensi dengan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pada Jumat, 17 April 2026.
Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat DPRD tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait kebijakan pemerintah daerah yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan masyarakat.
Audiensi ini dihadiri langsung oleh unsur pimpinan DPRD bersama sejumlah anggota dewan yang sempat hadir.
Dalam forum tersebut, perwakilan mahasiswa secara bergantian menyampaikan tuntutan dan kritik terhadap sejumlah isu strategis, mulai dari transparansi anggaran, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga perhatian terhadap sektor pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
Koordinator lapangan Aliansi Perjuangan Mahasiswa dalam penyampaiannya menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan semata-mata untuk mengkritik, tetapi juga sebagai bentuk kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan daerah.
Ia menyebut, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar berpihak kepada rakyat.
“Kami hadir di sini untuk menyuarakan kepentingan masyarakat luas. Harapannya, DPRD sebagai representasi rakyat dapat menindaklanjuti aspirasi ini secara serius,” ujarnya di hadapan pimpinan dewan.
Menanggapi hal tersebut, pimpinan DPRD menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif mahasiswa dalam mengawal jalannya pemerintahan.
Ia menegaskan bahwa DPRD terbuka terhadap berbagai masukan dan kritik konstruktif yang disampaikan oleh masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.
Menurutnya, aspirasi yang disampaikan dalam audiensi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam menjalankan fungsi pengawasan dan legislasi DPRD.
Pihaknya juga berkomitmen untuk meneruskan berbagai tuntutan mahasiswa kepada pemerintah daerah agar dapat segera ditindaklanjuti.
Suasana audiensi berlangsung dinamis namun tetap kondusif. Diskusi antara mahasiswa dan anggota dewan terlihat berjalan interaktif, dengan sejumlah anggota DPRD turut memberikan tanggapan serta klarifikasi atas isu-isu yang diangkat.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat komunikasi antara mahasiswa dan lembaga legislatif daerah. Selain itu, forum tersebut juga mencerminkan peran aktif generasi muda dalam mengawal demokrasi dan pembangunan daerah agar berjalan sesuai dengan harapan masyarakat.












