Berita  

Pemprov Sulbar Gelar Pasar Murah Di Majene Begini Penjelasan Tenaga Ahli Gubernur

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 31;

MAJENE- Kehadiran pasar murah di lingkungan Camba, Kelurahan Baru, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, menjadi angin segar bagi masyarakat menjelang dan selama bulan suci Ramadan.

Program yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat ini menyasar warga kurang mampu guna membantu memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah meningkatnya harga bahan pangan.

Sejak pagi hari, warga tampak memadati lokasi pelaksanaan pasar murah.

Berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur, hingga tepung terigu dijual dengan harga di bawah pasaran.

Antusiasme masyarakat menunjukkan tingginya kebutuhan akan intervensi pemerintah, khususnya dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli selama Ramadan.

Baca Juga  Persoalan Harga Kelapa Sawit Tiga Kabupaten

Tenaga Ahli Gubernur Sulawesi Barat, Bayu Aditiya Pratama,menegaskan bahwa kegiatan pasar murah merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Pasar murah ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari upaya konkret menjaga stabilitas harga dan membantu warga menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang,” ujar Bayu.

Ia menambahkan, lonjakan harga bahan pokok menjelang Ramadan merupakan fenomena yang kerap terjadi akibat meningkatnya permintaan. Oleh karena itu, intervensi melalui pasar murah menjadi langkah strategis untuk menekan inflasi daerah sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah.

Baca Juga  Peringati Hari Pers Nasional, Ketua IJS Majene Apresiasi Peran Jurnalis

Program ini juga melibatkan sejumlah perangkat daerah serta bekerja sama dengan distributor dan pelaku usaha lokal guna memastikan ketersediaan stok dan kelancaran distribusi barang.

Pemerintah berharap sinergi tersebut mampu memberikan dampak berkelanjutan, tidak hanya dalam jangka pendek selama Ramadan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah.

Salah seorang warga Kelurahan Baru mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut.

Ia mengatakan, selisih harga yang cukup signifikan memungkinkan dirinya membeli lebih banyak kebutuhan pokok untuk persiapan sahur dan berbuka puasa.

Baca Juga  Vocher WiFi Tanpa Izin, Kominfo Majene Diminta Lakukan Peninjauan

Kegiatan pasar murah di Camba ini menjadi salah satu titik dari rangkaian program serupa yang direncanakan digelar di beberapa wilayah lain di Sulawesi Barat.

Pemerintah Provinsi menargetkan pemerataan manfaat agar masyarakat di berbagai kabupaten dapat merasakan langsung kehadiran negara dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga.

Dengan adanya program ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berharap masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih khusyuk tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok.

Kehadiran pasar murah tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga simbol komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *