Berita  

Wabup Majene Soroti SPPG Enggan Beli Produk Lokal

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 30;


MAJENE– Wakil Bupati Kabupaten Majene, Andi Rita Mariani, M.Pd, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Majene dalam memperkuat pemanfaatan produk lokal sebagai bahan pangan.


Ia meminta seluruh Satuan Pelaksana Penyedia Gizi (SPPG) yang beroperasi di wilayah Majene agar mengutamakan pembelian bahan baku lokal dalam setiap pelaksanaan program penyediaan pangan.



Penegasan tersebut disampaikan Andi Rita saat menggelar konferensi pers di Ruang Pola Kantor Bupati Majene, Rabu, 28 Januari 2026.



Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Majene, ia mengaku menerima sejumlah laporan dari masyarakat terkait masih adanya SPPG yang dinilai enggan membeli produk pangan hasil petani dan pelaku usaha lokal.


“Saya menerima laporan langsung dari warga bahwa masih ada SPPG yang tidak mau membeli produk lokal. Padahal ini sudah menjadi bagian dari komitmen kita bersama,” ujar Andi Rita di hadapan awak media.



Menurutnya, keberadaan SPPG tidak hanya bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga harus memberi dampak ekonomi yang nyata bagi daerah.


Dengan membeli bahan pangan dari petani, nelayan, dan pelaku UMKM lokal, program tersebut dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan produsen lokal.


“Harusnya kalian beli produk lokal. Kita ingin program ini berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat. Jangan sampai bahan baku justru didatangkan dari luar daerah, sementara petani dan pelaku usaha kita sendiri tidak terserap,” tegasnya.


Andi Rita menekankan bahwa Kabupaten Majene memiliki potensi pangan yang sangat memadai, mulai dari hasil pertanian, perikanan, hingga produk olahan lokal yang kualitasnya tidak kalah dengan produk dari luar daerah.


Oleh karena itu, menurutnya, tidak ada alasan bagi SPPG untuk mengabaikan potensi tersebut.


Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap seluruh SPPG untuk memastikan kebijakan pemanfaatan produk lokal benar-benar dijalankan.

Jika ditemukan adanya pelanggaran atau ketidakpatuhan, pihaknya tidak segan memberikan teguran hingga sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.


“Kami akan tindak lanjuti laporan masyarakat. Satgas MBG akan turun langsung memastikan SPPG menjalankan tugasnya sesuai aturan dan semangat pemberdayaan lokal,” jelasnya.


Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif melakukan pengawasan dan melaporkan apabila menemukan praktik yang bertentangan dengan kebijakan tersebut.

Partisipasi publik, kata Andi Rita, menjadi elemen penting dalam memastikan program strategis pemerintah berjalan secara transparan dan tepat sasaran.



Dengan penegasan ini, Pemerintah Kabupaten Majene berharap seluruh SPPG dapat menjadi mitra strategis dalam mendorong ketahanan pangan daerah sekaligus memperkuat ekonomi lokal, sehingga manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat Majene secara luas.

Baca Juga  Sosialisasi Pembangunan Jetty PT Cadas Industri Azelia Mekar Digelar di Majene

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *