MAJENE – Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Majene Tahun Anggaran 2025 di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majene masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
Salah satunya terkait kehadiran dan kesiapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam memenuhi undangan rapat Panitia Khusus (Pansus).
Anggota Pansus LKPJ, Syahril, mengungkapkan bahwa proses pendalaman dokumen LKPJ kerap berjalan lambat.
Hal tersebut, menurutnya, bukan tanpa alasan, melainkan dipengaruhi oleh kurang optimalnya partisipasi OPD yang diundang dalam rapat-rapat pembahasan.
“Kadang pembahasan ini melambat karena OPD yang kami undang tidak hadir. Ada juga yang hadir, tetapi tidak mampu memberikan jawaban yang memadai atas pertanyaan-pertanyaan dari anggota pansus,” ujar Syahril saat
diwawancara media, Kamis, 24 April 2026.
Ia menegaskan, kehadiran OPD dalam rapat pansus merupakan hal yang sangat penting, mengingat mereka adalah pihak teknis yang paling memahami pelaksanaan program dan penggunaan anggaran di masing-masing instansi.
Ketidakhadiran maupun kurangnya kesiapan OPD dinilai dapat menghambat upaya DPRD dalam melakukan fungsi pengawasan secara maksimal.
Menurut Syahril, pansus membutuhkan data dan penjelasan yang komprehensif untuk memastikan bahwa setiap program yang dijalankan pemerintah daerah benar-benar sesuai dengan perencanaan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Oleh karena itu, setiap OPD diharapkan dapat lebih serius dan responsif dalam memenuhi panggilan DPRD.
“Ini bukan sekadar formalitas. Pansus ingin memastikan bahwa anggaran yang telah digunakan benar-benar tepat sasaran. Kalau OPD tidak hadir atau tidak siap, tentu akan menghambat proses pendalaman,” lanjutnya.
Lebih jauh, ia juga mengingatkan bahwa pembahasan LKPJ merupakan bagian penting dalam mekanisme akuntabilitas pemerintah daerah kepada publik melalui DPRD.
Dengan demikian, sinergi antara legislatif dan eksekutif menjadi kunci utama dalam menghasilkan evaluasi yang objektif dan konstruktif.
Pansus LKPJ DPRD Majene sendiri terus menjadwalkan rapat lanjutan dengan berbagai OPD guna menuntaskan pembahasan secara menyeluruh. Syahril berharap ke depan seluruh OPD dapat lebih kooperatif dan mempersiapkan diri dengan baik, sehingga proses evaluasi dapat berjalan lebih efektif dan tepat waktu.












