Bupati Majene Minta Program MBG Diawasi Ketat Usai Kejadian Luar Biasa di SPPG Tubo Sendana

MAJENE — Bupati Majene, AST, meminta masyarakat dan insan pers untuk turut mengawasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul terjadinya kejadian luar biasa (KLB) di SPPG Tubo, Kecamatan Sendana.

Permintaan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipatif guna memastikan program strategis itu berjalan sesuai standar dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi penerima manfaat.

“Dengan adanya kejadian luar biasa di SPPG Tubo Sendana, kami minta pada masyarakat dan seluruh wartawan untuk mengawasi MBG,” ujar AST dalam keterangannya, Selasa (11/2/2026).

Menurut AST, keterlibatan publik dan media menjadi bagian penting dalam sistem pengawasan sosial terhadap program pemerintah.

Ia menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan MBG, terutama karena program tersebut menyasar kelompok rentan seperti anak-anak sekolah.

Komitmen Evaluasi dan Perbaikan
Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan menutup mata terhadap insiden yang terjadi.

Baca Juga  Rehab Total Posyandu “Nirmala Sari” Wujud Dukungan Pemdes Lalatedzong terhadap Pelayanan Kesehatan

Evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan SPPG Tubo, termasuk aspek distribusi, pengolahan, hingga pengawasan kualitas makanan, sedang dilakukan bersama dinas terkait.

“Kami tidak ingin kejadian serupa terulang. Evaluasi sedang berjalan dan jika ditemukan kelalaian atau pelanggaran prosedur, tentu akan ada tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa standar keamanan pangan dan prosedur operasional harus dijalankan secara disiplin oleh seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG, mulai dari penyedia bahan baku, tenaga pengolah, hingga pihak distribusi.

Peran Media dan Masyarakat
AST menilai, kontrol sosial dari masyarakat dan wartawan sangat diperlukan untuk memastikan program berjalan dengan baik di lapangan.

Ia mendorong agar setiap indikasi penyimpangan atau potensi masalah segera dilaporkan kepada pemerintah daerah agar dapat ditindaklanjuti secara cepat.

Baca Juga  dr. Musadri: Hutang Obat Mulai Berkurang

“Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk kritik dan masukan. Jika ada temuan di lapangan, silakan sampaikan. Ini demi kebaikan bersama, terutama untuk keselamatan dan kesehatan anak-anak kita,” katanya.

Ia menambahkan, transparansi informasi juga akan diperkuat agar publik mendapatkan perkembangan terbaru terkait hasil evaluasi dan langkah penanganan yang diambil pemerintah.

Pentingnya Standar Keamanan Pangan
Insiden KLB di SPPG Tubo Sendana menjadi pengingat bahwa pengelolaan program berbasis pangan memerlukan pengawasan berlapis.

Selain aspek gizi, faktor higienitas, penyimpanan, dan distribusi menjadi elemen krusial yang tidak boleh diabaikan.
Pengamat kebijakan publik di Majene menilai, langkah Bupati yang membuka ruang pengawasan publik merupakan pendekatan yang tepat.

Namun, pengawasan masyarakat harus dibarengi dengan sistem pengendalian internal yang kuat dari pemerintah daerah.

Baca Juga  Diduga Biarkan SPPG Tanpa SLHS Beroperasi, Ketua Satgas MBG Majene Disorot

“Pengawasan publik penting, tetapi yang lebih utama adalah sistemnya diperbaiki. Harus ada standar baku yang jelas dan audit rutin,” ujar salah satu akademisi setempat.

Harapan Pemulihan Kepercayaan
Program MBG sendiri merupakan inisiatif yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak-anak dan mendukung kualitas pendidikan. Oleh karena itu, insiden yang terjadi berpotensi memengaruhi kepercayaan masyarakat jika tidak ditangani secara transparan dan cepat.

Bupati AST berharap, melalui evaluasi menyeluruh dan keterlibatan masyarakat, kepercayaan publik terhadap program tersebut dapat segera pulih.

“Kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga program ini tetap berjalan baik. Ini bukan hanya program pemerintah, tetapi untuk masa depan generasi kita,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Majene memastikan akan menyampaikan hasil investigasi dan langkah perbaikan secara terbuka kepada publik dalam waktu dekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *