Wisata Bendi Majene: Menghidupkan Warisan Budaya, Mendorong Pariwisata Berkelanjutan”

MAJENE- Peluncuran wisata bendi di Kabupaten Majene menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mengangkat kembali nilai-nilai budaya lokal sekaligus mendorong sektor pariwisata berbasis kearifan tradisional.

 

Program ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Komisi III DPRD Majene, Jasman, yang menilai inisiatif tersebut sebagai terobosan penting di tengah tantangan modernisasi yang kian menggeser eksistensi transportasi tradisional.

 

Dalam keterangannya, Jasman menyampaikan apresiasi terhadap keberanian Dinas Pariwisata Kabupaten Majene yang menginisiasi pemanfaatan bendi sebagai moda transportasi wisata.

 

Menurutnya, bendi bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga bagian dari identitas sejarah dan budaya masyarakat yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

 

Keberadaannya yang kini semakin jarang ditemui menjadi alasan kuat perlunya langkah konkret untuk menjaga kelestariannya.

Baca Juga  Serap Aspirasi Warga Galung, M. Idwar Tegaskan Komitmen Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

 

“Bendi pernah menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat di masa lalu. Namun seiring perkembangan zaman dan hadirnya kendaraan modern, eksistensinya mulai terpinggirkan. Apa yang dilakukan pemerintah daerah hari ini adalah upaya nyata untuk menghidupkan kembali warisan budaya tersebut,” ujarnya.

 

Program wisata bendi ini dirancang sebagai salah satu daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Majene. Dengan mengintegrasikan bendi sebagai sarana transportasi menuju berbagai objek wisata, pemerintah daerah tidak hanya menghadirkan pengalaman unik bagi wisatawan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal, khususnya para kusir bendi yang selama ini kehilangan ruang penghidupan.

Baca Juga  DPRD Majene Dalami LKPJ 2025, Pansus Tekankan Transparansi Pendapatan Daerah

 

Selain berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), kehadiran wisata bendi juga diharapkan mampu memperkuat citra Majene sebagai destinasi wisata yang mengedepankan keaslian budaya.

 

Pengalaman menaiki bendi di tengah panorama alam dan destinasi wisata diyakini akan menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi wisatawan yang mencari nuansa berbeda dari

 

perjalanan konvensional.

Lebih jauh, Jasman menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung keberlanjutan program ini.

 

Ia mendorong agar pemerintah daerah tidak hanya berhenti pada tahap peluncuran, tetapi juga memastikan adanya pembinaan, standarisasi layanan, serta promosi yang berkelanjutan. Hal ini penting agar wisata bendi tidak sekadar menjadi program seremonial, melainkan benar-benar berkembang menjadi ikon wisata daerah.

Baca Juga  Prodi Ilmu Aktuaria UNSULBAR Dibuka di SNBT 2026, Tawarkan Prospek Karier Bergaji Tinggi

 

Dinas Pariwisata Kabupaten Majene sendiri menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan inovasi berbasis budaya lokal.

 

Peluncuran wisata bendi menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat sektor pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus menjaga keseimbangan antara modernitas dan pelestarian tradisi.

 

Dengan dukungan legislatif dan partisipasi masyarakat, program ini diharapkan mampu menjadi model pengembangan wisata budaya di daerah lain. Di tengah arus globalisasi yang kian kuat, langkah

 

Majene menghadirkan kembali bendi sebagai bagian dari ekosistem pariwisata menjadi contoh bahwa warisan masa lalu tetap memiliki relevansi dan nilai ekonomi di masa kini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *