MAJENE – Pemerintah Kabupaten Majene melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kembali menggelar Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi guru sekolah dasar (SD). Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 49 Passanggerahan, Kecamatan Banggae, Kamis (13/11/2025), dan diikuti oleh sejumlah pendidik dari berbagai sekolah di wilayah tersebut.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Majene untuk meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar di sekolah dasar. Melalui pendekatan pembelajaran mendalam, diharapkan para guru mampu menciptakan suasana kelas yang tidak hanya menekankan pada hafalan, tetapi juga mendorong siswa memahami konsep secara utuh dan berpikir kritis.
Salah seorang guru di sekolah itu mengatakan, pembelajaran mendalam merupakan pendekatan yang menitikberatkan pada pemahaman bermakna. “Siswa tidak hanya diajak mengingat fakta, tetapi juga bagaimana menghubungkannya dengan pengalaman dan realitas sehari-hari,” ujar salah seorang guru.
Pendekatan ini berfokus pada tiga pilar utama, yaitu pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Dalam penerapannya, guru diharapkan dapat mengintegrasikan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara seimbang, sehingga tumbuh karakter dan kecerdasan yang utuh dalam diri peserta didik.
Salah satu tujuan penting dari program ini adalah membentuk generasi yang tangguh dan adaptif terhadap tantangan masa depan. Dengan memahami konsep secara mendalam, siswa diharapkan tidak mudah menyerah saat menghadapi perubahan, serta mampu berinovasi dalam menyelesaikan persoalan di lingkungannya.
Dalam praktiknya, pembelajaran mendalam menuntut siswa untuk terlibat aktif dalam proses belajar. Mereka tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga ikut menentukan strategi belajar, memahami tujuan pembelajaran, dan menilai kemajuan dirinya sendiri. Dengan cara ini, kelas menjadi ruang interaktif yang menumbuhkan rasa nyaman, fokus, dan semangat belajar.
Selain itu, pendekatan ini juga menekankan pada keterkaitan ilmu dengan kehidupan nyata. Siswa diajak melihat manfaat dari setiap pelajaran yang dipelajari, sehingga ilmu tidak berhenti di ruang kelas. Asesmen formatif digunakan sebagai alat refleksi bagi guru dan siswa untuk memperbaiki proses belajar secara berkelanjutan.
Sejak pertama kali diluncurkan, pelatihan pembelajaran mendalam di Majene terus digelar secara bertahap, melibatkan guru dari berbagai sekolah di kecamatan lain. Pemerintah daerah berkomitmen menjadikan program ini sebagai bagian dari transformasi pendidikan di Majene, guna mewujudkan sistem pembelajaran yang lebih bermakna, menyenangkan, dan relevan dengan kebutuhan zaman.












