MAJENE- Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majene, Jasman, menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat, disertai harapan agar momentum kemenangan ini menjadi titik balik menuju kehidupan yang lebih baik, baik secara pribadi maupun sosial.
Dalam pernyataannya, Jasman menekankan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan refleksi spiritual setelah menjalani ibadah Ramadan selama sebulan penuh.
Ia mengungkapkan bahwa makna “kembali ke fitri” seharusnya dimaknai sebagai upaya menyucikan diri dari segala kesalahan, memperbaiki hubungan antarsesama, serta memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan kepedulian sosial. Menurutnya, keberhasilan menjalani Ramadan tidak hanya diukur dari ibadah ritual semata, tetapi juga dari perubahan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Jasman juga mengajak masyarakat Majene untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum mempererat persatuan dan solidaritas, terutama di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang masih dihadapi.
Ia menilai bahwa semangat kebersamaan yang terbangun selama Ramadan harus terus dijaga dan diterjemahkan dalam aksi nyata, seperti saling membantu, menjaga kerukunan, serta memperkuat rasa empati terhadap sesama.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga harmoni antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam membangun Majene yang lebih maju dan sejahtera. Ia berharap nilai-nilai kesabaran, disiplin, dan kepedulian yang dilatih selama Ramadan dapat menjadi landasan dalam mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
“Semoga kita semua benar-benar mencapai derajat fitri, menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bijaksana, dan lebih peduli terhadap sesama,” ujar Jasman dalam pernyataannya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat, seraya berharap Idul Fitri membawa keberkahan, kedamaian, dan kebahagiaan bagi semua.
Di akhir pernyataannya, Jasman mengingatkan bahwa esensi Idul Fitri terletak pada kemampuan setiap individu untuk mempertahankan nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun selama Ramadan, sehingga tidak berhenti sebagai rutinitas tahunan, melainkan menjadi bagian dari karakter dan budaya hidup sehari-hari.












