MAJENE – Pemerintah Desa Bonde, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, memfasilitasi pemulangan seorang nelayan asal Kalimantan Selatan yang sebelumnya dilaporkan hilang selama sekitar satu pekan di perairan laut.
Nelayan tersebut diketahui bernama Ridwan (71), yang akrab disapa Papa Ombo, warga Batarang, Desa Tanjung Pelayar, Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Ridwan sebelumnya dinyatakan hilang setelah tidak kembali dari aktivitas melaut. Selama sekitar tujuh hari keberadaannya tidak diketahui, sehingga kabar hilangnya menyebar hingga ke kampung halamannya di Kalimantan Selatan.
Keluarga yang tidak menerima kabar mengenai kondisinya bahkan sempat mengira Ridwan telah meninggal dunia.
Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, mereka telah menggelar tausyiah dan doa sebagai bentuk penghormatan serta persiapan menghadapi kemungkinan terburuk atas nasib Ridwan. Ketiadaan kabar selama berhari-hari membuat keluarga meyakini bahwa nelayan lanjut usia tersebut tidak lagi selamat.
Namun takdir berkata lain.
Setelah sepekan dinyatakan hilang, Ridwan justru ditemukan dalam keadaan hidup oleh warga di wilayah Pulau Lere-Lerekang, sebuah pulau kecil yang berada di perairan sekitar Majene. Saat ditemukan, kondisinya selamat meski terlihat kelelahan setelah mengalami hari-hari yang sulit di laut.
Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada warga dan pemerintah desa setempat. Informasi mengenai identitas Ridwan kemudian diketahui berasal dari Kalimantan Selatan.
Mengetahui kondisi tersebut, Pemerintah Desa Bonde melalui Kepala Desa Awalluddin bersama masyarakat setempat segera mengambil langkah untuk membantu korban. Pemdes Bonde berinisiatif memfasilitasi proses pemulangan Ridwan agar dapat kembali ke kampung halamannya dan bertemu dengan keluarga yang selama ini mencarinya.
Langkah kemanusiaan tersebut dilakukan dengan melakukan koordinasi bersama warga serta pihak terkait agar proses perjalanan Ridwan menuju Kalimantan Selatan dapat berjalan lancar.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Ridwan berhasil dipulangkan ke daerah asalnya setelah sempat berada di wilayah Majene pasca ditemukan oleh warga. Kabar bahwa ia masih hidup tentu menjadi kejutan besar bagi keluarganya yang sebelumnya telah bersiap menghadapi kabar duka.
Peristiwa ini menjadi momen penuh haru bagi keluarga Ridwan di Desa Tanjung Pelayar. Setelah sempat menggelar doa kematian karena mengira ia telah meninggal dunia, keluarga justru menerima kabar bahwa Papa Ombo masih hidup dan telah kembali.
Kisah tersebut juga menjadi gambaran kuatnya nilai solidaritas masyarakat pesisir. Peran warga yang menemukan Ridwan serta kepedulian Pemerintah Desa Bonde dalam membantu proses pemulangan menunjukkan semangat gotong royong dan kemanusiaan yang masih terjaga di tengah masyarakat.
Bagi keluarga Ridwan, kepulangannya menjadi anugerah yang tak terduga. Sementara bagi masyarakat yang terlibat dalam proses penyelamatan dan pemulangan, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa setiap upaya menolong sesama dapat membawa harapan baru bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan.
Kini Ridwan telah kembali ke kampung halamannya di Kalimantan Selatan, berkumpul kembali dengan keluarga yang sebelumnya hanya bisa berharap dan berdoa atas keselamatannya setelah dinyatakan hilang di laut selama sepekan.












